Tentang Sahabat


p1010281.jpg

Bambang Triwoko, nama yang sangat nJawani … sama seperti Hadi, saya ketemu dengan pendekar TDA Joglo ini saat ada pertemuan di Manet menyambut Cak Nano, waaah waktu itu beliau ini pasang wajah misterius biar dikesankan angker gituuuu. Saya tidak punya kesempatan bicara dengan mas Bams [panggilan seleb nya] kecuali dengar dari Adib bahwa mas Bams ini selalu bergerak dibelakang layar dan tanpa pamrih “rame ing gawe ning sepi ing pamrih”, punya usaha di Jakarta, Yogya dan Klaten .. wuuuiiih konglomerat terselubung niiih.

Jarang chatting atau SMS [gak pernah malah] secara tidak terduga malahan saya langsung bisa bertemu dengan teman-teman TDA Joglo dirumah beliau yang sangat asri dan disambut seperti saudara dekat, kami merasa sangat tersanjung …

Pengalaman beliau waktu TDB pasti sangat sarat, tapi bapak dari 4 putri ini sangat merendah .. khas Yogya … wah harus hati-hati kalau adu ilmu dengan beliau hehehe, jurus pamungkasnya pasti maut.

Istri mas Bams ini tampak jauh lebih muda dari usianya hehehe, kalau jalan bersama bisa-bisa mas Bams dianggap nggandeng daun muda yaa … mbak Tatik ini sangat energik dan ramah banget.

Mas Bams termasuk orang yang “cocok-cocokan”, rasanya nggak semua orang bisa dekat dengan bapak ini … saya termasuk sangat berbahagia menemukan teman seperti mas Bams, coba dari dulu yaa .. hush ini aja sudah beruntung kok … beliau sangat “care” dengan segala perbedaan, surprise bagi saya saat sembahyang magrib dirumah beliau, walau beliau seorang Katholik yang taat tetapi kami disiapkan sejadah yang saya yakin lebih banyak dari punya saya dan tempat sholat yang luas, sungguh kemurahan hati yang luar biasa … terutama bagi saya yang baru mengenal beliau.

Perjalanan persahabatan kita baru mulai dan semoga Allah SWT bisa selalu membimbing kita membina hubungan kekeluargaan kita ……

hatta.jpg

Nama Hatta mungkin terinspirasi dari Moh Hata sang dwi tunggal bangsa Indonesia, ayahnya memberi nama tersebut tentunya bukan sekedar harapan agar sang anak menjadi seperti Moh Hata, tetapi kalau bisa melebihi .. Insya Allah …

Saat saya menawarkan mas Hatta tinggal dirumah saya selama di Jakarta, tidak sekalipun ada bayangan seperti apakah “Hatta” ini, blog nya pun saya kunjungi seminggu setelah saya ketemu … wah keterlaluan ya hehehehe maaf mas Hatta.

Bayangan istri saya pasti Hatta ini tinggi, lho ternyata orangnya imut-imut, untung nggak salah orang waktu saya jemput di Jatinegara.

Dalam percakapan kami selama bersama selama 1 minggu saya menangkap sosok Hatta sebagai orang yang cukup aktif dan mudah bergaul, punya pendirian walau kadang agak “ngeyel” betul nggak ya.

Tinggal di Klaten bersama ayah yang mencintainya karena sang bunda sudah mendahului menghadap Illahi terlihat kedekatan antara ayah-anak ini dalam mengelola bisnis keluarga. Sang ayah tampak begitu bangga bila menceritakan Hatta yang sering menerima Bea Siswa selama sekolah, sampai rela berjualan koran untuk mencari ongkos jalan .. sungguh pengalaman yang bisa menambah wawasan …

Keingintahuannya sangat besar terhadap berbagai masalah, belajar kepada siapapun dilakoninya, dibawah mentor nya yang penuh perhatian di Yogya [mas Bams dan mbak Tatik] dan dukungan teman-teman TDA Joglo nanti waktu yang akan membuktikan munculnya seorang usahawan yang tangguh dari Klaten atas nama Noor Adhy Hatta …

Next Page »