Toehan Maha Adil

18 11 2007

INDONESIA RAYA
Kwee Thiam Tjing bertjerita

Toehan Maha Adil
(I)

KALI INI saja tjoba beriken pada pembatja gambaran seorang kenalan saja, dari waktoe ia masih di poentjak segala kemewahan, kekajaan, kehormatan sampe ia sekarang dibanting kedalem djoerang penoeh loempoer kemiskinan, kemelaratan , hinaan, nistaan.
Siapa adanja orang2 ini boekan soal; maksoed teroetama dari pembeberan ini, kata kenalan itoe agar pengalaman-nja bisa mendjadi nasehat boeat orang djangan tiroe ia poenja djedjak jang meroepakan serentetan penderitaan dan siksaan lahir bathin jang heibat.
Maka itoe ia soeka toetoerken teroes terang segala kedjadian dalem hidoepnja. Tjoema nama dan tempat tinggal-nja ia minta di rahasiakan sebage hal jang tidak penting.
Biarlah saja beri nama Gwa Tjai Lie. Ia berasal dari Djawa Tengah dimana sebelon perang doenia pertama ia memang soedah terkenal sebage hartawan jang kaja raja. Miliknja beroepa beberapa pabrik goela poeloehan roemah dan tanah serta perdagangan jang loeas dan besar. Hingga nama djoetawan jang diberikan kepadanja memang boekan omong doang.
Poen djedjak dan roman Gwa Tjai Lie ada sembabat dengen keadaannja. Oempama keris begitoe, ialah keris jang ada “pamornja”.
Sasoedah perang doenia pertama berachir, Gwa Tjai Lie oleh nasib ada seperti di-oeroek emas. Harga barang2 jang diboetoehken oleh Eropa jang remoek habis dilanda bandjir perang, memboemboeng, teroetama harga goela. Tida heran jang sehabis perang doenia pertama “pabrikan” jang poenja “giliran” semoea ketjipratan hoedjan emas. Roemah2 mewah pada didiriken, diantara mereka ada timboel gelombang : “djor-djoran” saling tida maoe mengalah dalam hal oendjoeken kekajaan.
Ditempat asalnja, sampe di kota-kota sekiternja, Gwa Tjai Lie dikenal sebage dermawan jang dengen rojal sekali soeka beriken soenbangan2nja jang beroepa riboean dan poeloehan riboe goelden. Belon pernah ia tolak lijst derma jang disodorkan kepadanja.
Tetapi njatalah bahwa Toehan itoe tida bisa disoeap, begitoelah Gwa Tjai Lie dengen toendoek kepala bitjara tentang apa jang kepoenkoer dan rentetan-nja di samboeng meroepakan tjermin ini.
Malah disatoe kedjadian bisa mendjadi boenga toetoer dari orang2 sekota dengen ia, ketika pada satoe hari Gwa Tjai Lie, sedeng lagi djalan2 kaki di waktoe pagi dapat kenjataan ia loepa bawa korek-api. Sesampenja di waroeng merasa; ia beli satoe korek geretan jang di waktoe itoe harganja ada doea sen setengah. Sembari terima koreknja Gwa Tjai Lie keloearken oewang kertas dari 25 goelden. Tentoe sadja si pemilik toko ketjil tida poenja persediaan tjoekoep boeat ditoeker.
“Kombalinja ambil sadja”, kata Gwa Tjai Lie sembari landjoetken djalan kakinja.
Kedjadian ini sampe terloear di mana-mana. Ini adalah gambaran sebahagian Gwa Tjai Lie ponja koelit. Tetapi bathinnja ada laen sekali; lebi rakoes dari serigala jang sedeng kelaperan. Benar terhadap jang ketjil2 Gwa Tjai Lie tida ambil pedoeli; ia seolah-olah seperti main hamboerkan oewang-nja boeat derma ini dan sokong itoe.
Tetapi pada hal2 jang besar, se-tanding dengen ia, oemoemnja orang merasa takoet kalaoe mesti beroeroesan dengen Gwa Tjai Lie jang kesohor lihai-nja. Oempama ini hal, Gwa Tjai Lie jang dikaroeniakan tiga anak, semoa gadis, jang soeloeng kamoedian dipoengoet mantoe oleh seorang…… pabrikan goela jang ada di Djawa Timoer. Toemboeh boleh toetoep, pabrik ketemoe pabrik, besan Gwa Tjai Lie, kendati sama2 poenja pabrik goela, tida bisa dibandingken dengen itoe miljoener dari Djawa Tengah. Ini besan orangnja ada “loegoe dan bloko soeto”. Apa adanja ja adanja tida pake bolesan ini dan itoe.
Pada soeatoe hari Gwa Tjai Lie mertamoe dibesannja. Tentoe sadja kedatengannja di besan-nja diterima dengen gembira sekali. Selagi djalan2 boeat liat keadaan pabrik dari besannja, Gwa Tjai Lie tanja kenapa sang besan tida maoe loeasken pabriknja. Kalaoe diperbesar dan ditambah masin2-nja jang soedah rada koeno, pasti prodoeksinja bisa bikin berlipat ganda.
Sebage orang jang biasa djoedjoer sang besan mengakoe teroes terang, ia tida ada simpen doeit lebi boeat lakoeken pembaharoean begitoe kendati pentingnja memang ia akoei.
O, kalaoe tjoema itoe sadja ada gampang sekali. Djawab Gwa Tjai Lie seraja tawarkan besannja 100.000 goelden, zonder boenga dan pembajarannja poelang terserah pada sang besan sendiri, djoega zonder soerat apa2, masa kapan kita satoe sama laen masih pamilie terdekat.
Begitoelah dengen perasaan bersoekoer sang besan terima ia poenja 100.000 goelden. Liwat beberapa waktoe Gwa Tjai Lie moentjoel lagi dan poen kali ini ia tawarkan 100.000 goelden poela karena menoeroet anggepannja perloeasan dan penambahan masin2 masih belon tjoekoep. Dan achir sekali lagi 100.000 goelden dikirim.
Sampe hampir satoe taon Gwa Tjai Lie tida keliatan lagi, poen soerat2 dari besannja jang kabarken kepadanja tentang perloeasan dari pabriknja, tida ada satoe jang dibales. Tjoema pada sang besan diwartaken, Gwa Tjai Lie sekarang masih ada diloear negeri boeat oeroes perdagangan-nja. Samentara itoe pabriknja sang besan soedah diperloeas dengen ditambah masin2 jang perloe bisa diharepken di moesim jang akan datang hasil goela ada lebih besar.
Seperti soedah dibilang sang besan ada orang jang sederhana pemikiran-nja, djoedjoer dan polos. Ia tida loepa pindjeman jang diberiken oleh Gwa Tjai Lie dalam rentjana; kalaoe panen goela kali ini ada bagoes, bahagian paling besar disediaken boeat tjitjil hoetangnja pada itoe besan jang begitoe moelia. Tetapi apa maoe dikata nasib oendjoek djalan laen.
Pada soeatoe hari sang besan terima soerat dari Gwa Tjai Lie, dalam mana lebi dahoeloe sang besan soeka maafkan hal jang soedah tida kasih kabar apa2 karena ia kepaksa lagi keloear negeri boeat oeroes dagangan-nja jang ternjata ada kaloet sekali. Semoea djalan tida betoel, hingga sekarang ia dihadepkan pada ini kenjataan, ia haroes segera sediaken djoemlah2 oewang jang besar. Kalaoe tida ada kemoengkinan ia akan ditimpah bentjana jang bisa hantjoer leboer segala djerih pajah jang ia pernah lakoeken selama hidoepnja. Maka itoe kalaoe sang besan bisa Gwa Tjai Lie mohon bantoean-nja agar oewang jang tadinja diberi sebage pindjeman, soedilah dipoelangken karena Gwa Tjai Lie kali ini bener2 kepepet

(II)
Dengen mendadak terima soerat demikian, sang besan seperti orang disamber geledek, tinggal doedoek terpakoe di kerosi depan medja-toelisnja, rasa terharoe, teroetama rasa maloe poenja pindjeman pada besan sendiri, jang berada dalem keadaan kedjepit, mengolak otaknja, seperti orang jang tida sadar pikiran-nja sang besan mondar mandir dengen limboeng di kantornja, sampe djaoeh malem, achirnja ia diadjak poelang oleh poeteranja jang djoesteroe mendjadi anak mantoenja Gwa Tjai Lie. Poen ini poetera mendjadi sangat marah pada Gwa Tjai Lie jang ia tahoe ini pertoendjoekan permaenan jang kedji terhadap ajahnja, dengen maksoed ter-achir kangkangin itoe pabrik goela. Taktiek begini memang oemoem soedah tahoe, maka itoe orang2 kaja sebanding dengen Gwa Tjai Lie pada djaoehken dirinja. Takoet kalaoe kena di tjaplok oleh itoe serigala jang bisa bersenjoem manis.
Sasoedah tiga hari masih djoega belon dapet djalan boeat kaloear dari lingkeran jang beroepa rasa maloe, menjesal dan sajang. Achirnja sang besan toelis pada Gwa Tjai Lie, mengakoe tida bisa kombaliken itoe 300.000 goelden dalem tempo begitoe pendek dan serahken sadja pabriknja pada Gwa Tjai Lie boeat dibikin menoeroet soekanja. Agar loenaslah pindjeman serta sang besan akan terima sisahnja.
Djoestroe kasoedahan begini jang diharapkan oleh Gwa Tjai Lie jang dengen menggambarkan kesoelitan2 jang katanja di alami, sabenarnja tjoema hendak bikin tergerak hati ia poen-nja besan jang Gwa Tjai Lie tahoe orangnja ada djoedjoer, polos dan sederhana hingga gampang kena di-ingusin.
Poetera sang besan jang mendjadi mantoe Gwa Tjai Lie achirnja begitoe marah liat ajahnja mendjadi korban dari Gwa Tjai Lie poen-nja moeslihat sampe ia ambil poetoesan bertjerai dari istrinja, jang poen-nja ajah begitoe bedjat moralnja. Dari bermoela itoe sepasang soeami-istri memang soedah tida tjotjok satoe pada lain. Jang satoe ada djoedjoer, setia pada jang pernah djandjiken, jang laen poen-nja tabeat meloeloe ingat kepentingan diri sendiri, kendati mesti korbankan lain2 orang.
Persis tabeat dari ajahnja. Begitoe achirnja si istri di kirim poelang.
Samentara itoe sang besan di serang oleh penjakit darah tinggi dengen mendadak; ia achirnja mendjadi setengah loempoeh dan soedah tida bisa bergoena lagi, baik djasmani maoepoen rohani. Pabrik di-oper oleh Gwa Tjai Lie jang poen bajar kepadanja oewang sisah sasoedah dipotong 300.000 goelden ditambah segala ongkos pengoperan.
Toehan ada Maha Adil, kata Gwa Tjai Lie ketika toetoer kedjadian ini kepada saja dengen kedoea matanja mengembeng aer mata. Tetapi perboeatan permaenan bekas besan-nja dengen kasoedahan pabriknja ditelan malang melintang berikoet mertjoe asapnja sekali, tida sampe disini sadja.
Ia poenja poeteri, bekas mantoenja si besan jang sial itoe, achirnja mendjadi boenga raja! Tida pedoeli pelatjoer dari kelas bagaimana tinggi poen, pelatjoer tetap pelatjoer, boekan?
Ia waktoe itoe masi moeda tabeatnja memang gampang djatoh dalem tangan lelaki jang ia penoedjoe. Begitoelah dengen rajoean dan dongengan jang manis2 achirnja ia terdjeroemoes dalam perangkapnja satoe lelaki jang ternjata tjoema intjer oewangnja sadja. Satoe kali soedah djatoh, kedoea, ketiga dan seteroes kalinja soedah boekan soal lagi.
Tjobalah tolong kamoe pikir, kata Gwa Tjai Lie sembari garoek2 kepalanja jang sekarang soedah berobah se-anteronja, anaknja satoe miljoener bisa djadi pelatjoer!
Dan boekan ia sadja; kedoea adiknja ikoet djedjak kakaknja. Djadi sekarang……… sekarang dengen bangga akoe bisa kenalkan dirikoe sebage ajah dari 3 pelatjoer jang sangat terkenal ha…ha…ha..!
Tohan Maha Adil ! Gwa Tjai Lie dengen penoeh keinsafan oetjapken perkataan itoe. Apa jang sekarang ia derita ada terang benderang, baginja seperti penderitaan bagi begitoe banjak ajah jang anak2nja poen……… pernah diambil sebage pelepas hawa napsoe oleh Gwa Tjai Lie jang pada waktoe itoe tida bisa keliatan djidat sedikit kelemis sadja atawa hatinja ingin memilikinja. Tida pedoeli si korban ada gadis atawa istri orang atawa djanda moeda.
Rentetan bentjana jang samboeng menjamboeng menimpa Gwa Tjai Lie poen tida berenti sampe disini sadja. Pada soeatoe hari ketika poelang dari kantornja Gwa Tjai Lie disodori satoe soerat dari istrinja, iboe dari ke 3 anaknja. Dalam soerat itoe istri terseboet, ia tida betah djadi istri orang dengen didampingin oleh begitoe banjak selir2 seperti adanja, ia sebagai istri Gwa Tjai Lie. Maka itoe sekarang ia ambil poetoesan tinggalkan si soeami keparat akan ikoet dengen soeka rela seorang jang……… mendjadi Gwa Tjai Lie poenja pegawai sendiri jang paling ia pertjaja.
Lebih djaoeh dalem soerat itoe, jang djoega di boemboehi tanda tangan dari si pegawai, Gwa Tjai Lie di antjam djangan ambil tindakan apa2. ini soeka sama soeka, tida ada paksaan.
Kalaoe sampe salah satoe dari mereka alamkan serangan terang atawa gelap, pasti satoe soerat jang soedah disediakan akan dikirim pada polisi jang akan tahoe siapa orangnja jang djadi dalangnja.
Dengen dada rasanja seperti di robek-robek dan mata berkoenang-koenang, begitoe heibat rasa amarahnja jang mengamoek dalam toeboehnja, Gwa Tjai Lie djalan mondar-mandir dalam kamar istrinja.
Segala barang jang ada didalam-nja pada di banting antjoer atawa di bikin remoek. Keadaan-nja soedah mirip seorang gila. Bila hendak toeroetin napsoe, itoe waktoe djoega Gwa Tjai Lie akan tjari mereka boeat di kemplang mampoes. Tetapi sedjenak kamoedian ter-tampaklah dia depan matanja bajangan seorang pegawai lain. Dan lemaslah Gwa Tjai Lie jang dengen tindakan sempojongan djatohkan dirinja di kerosi dan……. menangis sesenggoekan.

(III)
Siapa adanja bajangan bekas pegawainja jang dirobah Gwa Tjai Lie dari seolah-olah seekor harimaoe jang terloeka mendjadi seperti anak-anak jang menangis dan minta dikasihani?
Bekas pegawai itoe tadinja bekerdja pada Gwa Tjai Lie sebage pemegang boekoe orangnja masih moeda dan keliatan tjakap sekali. Seimbang dengen istrinja jang ke eiloknja boleh dibilang geger seloeroeh “besaran” waktoe disana diadaken pesta dan si pegawai baroe dengen istrinja tentoe sadja ikoet dioendang. Mereka menikah belon lama berselang ketika sang soeami dapet pekerdjaan diperoesahaan Gwa Tjai Lie. Dengeng gembira penoeh pengharepan boeat di kamoedian harinja, itoe pemoeda dan istrinja berangkat dari tempat asalnja dioedik boeat dateng di kota.
Gwa Tjai Lie dengen menjolok oendjoeken simpatinja pada pegawai jang ia tida lama kamoedian kasih kedoedoekan jang lebi tinggi ja itoe si pegawai boekan tjoema diwadjibken preksa boekoe2 di pabrik dan peroesahaan dimana “thauwke-nja” ada tinggal, tetapi semoa boekoe dari semoea peroesahaan jang mendjadi milik Gwa Tjai Lie. Berada dibawah penilikannja.
Dari sini bisa diliat bagaimana litjin dan kedji Gwa Tjai Lie. Bisa pasang djaring2nja djika hendak kasih masoek bakal korbannja dalem perangkap.
Sebab dengen adanja itoe kenaekan pangkat dan koeadjiban baroe berarti si pegawai haroes sering keloear kota dan menginap disana. Semetara istrinja tentoe sadja tida bisa ikoet bikin perdjalanan dinas, djoesteroe diwaktoe si njonja moeda, jang sama sekali tidak berpengalaman bahaja2 jang asing dan berada diloear batas pemikirannja jang masih hidjoe. Berada berhari-hari sendirian di roemah, tjoema ditemenin beberapa pelajan prempoean; datanglah dengen begitoe Gwa Tjai Lie poenja barisan maktjomblang. Mereka pada poedji kebaekan djoetawan Gwa Tjai Lie. Ketika ternjata itoe semoea masih tida mempan karena hidjoenjasi bakal korban, ia orang lontarken laen desas-desoes seolah-olah soeaminja berboeat keteledoran atawa kesalahaan jang menjebabken Gwa Tjai Lie kena diroegiken poeloehan riboe goelden! Hingga sampe sang Thauwke adoeken itoe pad polisi pasti jang keseret-seret lebih dahoeloe jalah soeaminja jang bisa ditoedoeh ber-kongkalikong dengen lain2 pegawai.
Tjoema mereka pesen wanti2 si istri baek tinggal diam sadja doeloe; djangan kasih kentara apa2 pada orang loear, apalagi terhadep soeaminja. Agar kalaoe masih bisa ditolong, soeaminja aken tetep tinggal selamat dan teroes pegang djabatan. Ini semoea memang tergantoeng pada kebidjaksanaan sang Thauwke Gwa Tjai Lie sendiri.
Ketika kombali mesti keloear kota lagi, via maktjomblang sang istri setengah paksa disoeroeh datang disoeatoe roemah jang dihoendjoeken boeat ketemoe sendiri sama Gwa Tjai Lie jang katanja soedah dapet djalan boeat beresken itoe soal kekoesoetan dalem pemboekoean dan keoewangan.
Karena ketakoetan sang istri berangkat sebab dengen sasoenggoehnja ia tadinja kira soeaminja terlibat dalem perkara pemalsoean boekoe dan penggelapan oewang. Ketika soedah berada di roemah itoe, sendirian maka Gwa Tjai Lie dengen rajoean, paksaan dan antjaman, achirnja djatoh djoega itoe wanita dalem peloekan si Thauwke binatang.
Dan satoe kali soedah djatoh, boeat selandjoetnja tida terlaloe soesah boeat Gwa Tjai Lie bikin pertemoean dengen djantoeng hatinja. Roemah pertemoean poen saban2 dirobah agar perhoeboengan itoe tida ketahoean orang loear, tetapi mana asap selaloe bisa ditoetoep?
Hal ini sebentar sadja mendjadi boewah toetoernja orang ramai dan sampe djoega ditelinga soeaminja. Sasoedah ia poera2 pergi tetapi balik lagi dengen semboenji boeat intip tingkah lakoenja, istrinja achirnja ia dapet boekti serong si istri jang dengen kontan istrinja ditjeraikan dan sasoedah maki habis2an Gwa Tjai Lie didepan orang banjak , ia tinggalkan segalanja , istri dan pekerdjaannja, belakangan ia pindah ke Singapore.
Sebab toch soedah mendjadi rahasia oemoem maka itoe njonja moeda kamoedian “diambil alih” oleh Gwa Tjai Lie sebage selirnja jang kesekean. Tetapi belon berdjalan satoe taon Gwa Tjai Lie, karena bosen, soedah depak siselir jang ia beriken tjoekoep oewang boeat liwatin hari depannja. Si korban dari lelaki mata kerandjang belakangan pindah ke Djawa Timoer dimana ia kamoedian menikah dengen seorang dagang kaen. Nasibnja masih bisa dibilang tida terlaloe djelek.
Terbajang ini semoea kedjadian jang bikin Gwa Tjai Lie mendekam di djoebin dari kamar istrinja seraja dengen menangis mohon ampoen kepada Toehan Jang Maha Koeasa.
Kira-kira di permoelaan taon ketiga poeloehan, seloeroeh doenia digontjangken oleh gelombang Malaise jang heibat. Dan pengroehnja tida loepoet menjerang bekas Hindia Belanda. Peroesahaan2 jang sebelonnja terkenal sanget koeat pada djatoh berantakan, terhitoeng djoega Gwa Tjai Lie poenja. Karena memang tadinja oewang2 bank itoe jang ambil sikap keras oentoek selamatkan dirinja sendiri.
Gwa Tjai Lie poenja pabrik2 goela satoe demi satoe di karang-karoeng dengen kentjang ; kamoedian ia poenja lain perdagangan. Dengen soesah pajah dan goenaken kapandeannja sebage pabrikan dan soedagar besar, achienja Gwa Tjai Lie bisa atasin itoe semoea kesoekaran2 jang tadinja tertimboen soesoen menjoesoen tetapi : “bouw soe tjat djin, sing soe tjai Thian, kita berdja Toehan jang menoetoesken !
Gelombang malaise jang tadinja menakoetken disoesoel oleh lain matjam gelombang jang lebi dahsjat lagi: gelombang koening alias bandjir laskar Djepang ! Dan dengen sjestem ambil alih tamatlah Gwa Tjai Lie poenja rol sebage djoetawan. Habislah apa jang tadinja pernah djadi miliknja.
Sekarang dengen oesia jang tinggi dengen badan lemah dan berpenjakitan, Gwa Tjai Lie hidoep disatoe desa dipedalaman. Sebage seorang miskin. Ketika achirnja saja ketemoeken ia diroemah rompoknja.
Ia samboet kedatengan saja dengen aer moeka jang keliatan amat tenang. Satoe hal jang bikin saja sampe terlongok-longok. Baroe sasoedah toetoerken bagaimana keadaan bathinnja sekarang baroe saja mendoesin. Itoe ketenangan disebabkan oleh perasaan dan pengakoean sedalem-dalemnja tentang adanja kebesaran dari Toehan Maha Adil. (TAMAT)


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: