Berguru dari ………

23 12 2007

Dari hari Sabtu hingga selasa kemarin ada banyak hal baru yang saya dapatkan untuk tambahan ilmu saya dalam menjalani hidup. Ada seorang “mentor” baru dalam hidup saya. Saya sungguh merasa amat sangat beruntung bisa mengenal dan banyak memperoleh cerita pengalaman dari beliau.
Perawakannya yang gagah, tinggi, selalu menggunakan busana bernuansa hitam, rambutnya yang dibiarkan panjang hampir sebahu, tutur katanya yang lembut namun tegas, sangat bijaksana dan sabar, jenius serta ikhlas berbagi ilmu.
Bercerita dengan beliau sangat menyenangkan, dan tidak membuat waktu terasa lama. Justru waktu yang ada terasa kurang. Berbagai bahan pembicaraan selalu bisa nyambung, dan ada banyak hal baru yang bisa didapat.
Saya mengibaratkan beliau ini seperti Google. Tinggal ketik apa yang ingin dibahas, lalu di-search. Klik..! Apa yang ingin anda jadikan bahan pembicaraan akan mengalir dengan sendirinya…
“Six Sigma”…… s e a r c h…. Found..!
“Seven Habits”…. s e a r c h … Found..!
“Self Management”…. s e a r c h… Found..!
“Public Management”…. s e a r c h… Found..!
“Wayang Jawa”…. s e a r c h… Found..!
“Kebudayaan”…. s e a r c h… Found..!
“Marketing”…. s e a r c h… Found..!
“Tosan Aji”…. s e a r c h… Found..!
Dan lain2nya, yang saya ga bisa tulis one by one. Apalagi sudah menyangkut masalah falsafah hidup, cara berkomunikasi, memahami proses, dan lain sebagainya…
Hebatnya lagi, beliau yang secara umur hampir 2 kali lipat dengan saya, namun tidak keberatan untuk berbagi ilmu, berbagi pengalaman kepada saya yang jauh lebih muda.
Dari tutur kata, cara berbicara, cara berinteraksi dengan putra-putrinya, cara membimbing putra-putrinya sungguh saya menemukan sosok ideal seorang orangtua, yang bisa berfungsi sebagai ayah, sebagai guru, serta sebagai sahabat.
Itu semuanya adalah sebuah ilmu yang tidak ada teorinya, serta tidak ada sekolahnya, karena sekolahnya adalah di Sekolah Kehidupan itu sendiri..
Sungguh saya merasa amat beruntung bisa belajar itu semuanya dengan beliau. Menyikapi sebuah kegagalan sebagai bagian dari proses, serta selalu positif feeling (bukan hanya positif thinking saja), sebuah pembelajaran yang amat luar biasa..
Waktu tiga-empat hari bersama beliau rasanya masih belum cukup untuk bisa belajar banyak. Masih banyak ilmu yang saya butuhkan untuk mengisi kekosongan gelas kehidupan saya.
Semoga masih ada waktu dan kesempatan untuk bisa bertemu dan belajar dengan Pak Harmanto…
Terimakasih yang tak terhingga buat Pak Harmanto dan keluarga yang sudah banyak memberi kemudahan, pengalaman, ilmu, pelajaran hidup buat saya.. Anda saya anggap sebagai guru, mentor, sahabat, dan orangtua saya sendiri…
Semoga segala yang telah anda tularkan kepada saya, bisa menjadi ‘vitamin supplemen’ untuk lebih fight lagi menempuh kuliah di Sekolah Kehidupan..
Salam buat Bu Ning, Mas Bimo, Mbak Rani, serta Mas Wibi…
Salam Persahabatan,
HATTA N ADHY PK, ST


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: